Remaja, Perkembangan dan Kebutuhannya

REMAJA, PERKEMBANGAN DAN KEBUTUHANNYA

Oleh: Ma’mun el Tubany

 

 

FILOSOFI PENDIDIKAN ANAK

قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم : «الولد سيّد سبع سنين وعبد سبع سنين ووزير سبع سنين» (1).

   وقال أمير المؤمنين علي عليه السلام : «يرخى الصبي سبعاً ويؤدب سبعاً ويستخدم سبعاً» (2).
   وقال الاِمام جعفر الصادق عليه السلام : «دع ابنك يلعب سبع سنين ويؤدّب سبعاً والزمه نفسك سبع سنين» (3).

) قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم : «أكرموا أولادكم واحسنوا آدابهم» 4)

 

(1) مكارم الاخلاق : 222 .
(2) مكارم الاخلاق : 223 .
(3) مكارم الاخلاق : 222 .

(4) مستدرك الوسائل 2 : 625

 

         MASA REMAJA

  • Masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak menuju masa dewasa.
  • Pada masa ini individu mengalami berbagai perubahan, baik fisik maupun psikis
  • Pada periode ini pula remaja berubah secara kognitif dan mulai mampu berfikir abstrak seperti orang dewasa.
  • Remaja mulai melepaskan diri secara emosional dari orang tua dalam rangka menjalankan peran sosialnya yang baru sebagai orang dewasa
  • perubahan dalam lingkungan seperti sikap orang tua atau anggota keluarga lain, guru, teman sebaya, maupun masyarakat pada umumnya

         Kondisi ini merupakan reaksi terhadap pertumbuhan remaja.

  • Remaja dituntut untuk mampu menampilkan tingkah laku yang dianggap pantas atau sesuai bagi orang-orang seusianya
  • Kebutuhan semakin meningkat beriringan dengan perubahan yang dialaminya

 

PERKEMBANGAN REMAJA

  • Masa remaja awal (12-15 tahun)

              Pada masa ini individu memulai meninggalkan peran sebagai individu yang unik dan tidak tergantung pada orang tua.

  • Masa remaja pertengahan (15-18 tahun)

              Masa ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan berfikir yang baru.

  • Masa remaja akhir (19-22 tahun)

              Masa ini ditandai oleh persiapan akhir untuk memasuki peran-peran orang dewasa.

 

              PERUBAHAN YANG TERJADI PADA REMAJA

              Perubaha Fisik

  • Perubahan yang paling jelas yang nampak dialami oleh remaja adalah perubahan biologis dan fisiologis yang berlangsung pada masa pubertas atau pada awal masa remaja, yaitu sekitar umur 11-15 tahun pada wanita dan 12-16 tahun pada pria (hurlock, 1973: 20-21).

               Perubahan Emosionalitas

  • Akibat langsung dari perubahan fisik dan hormonal adalah perubahan dalam aspek emosionalitas pada remaja.

               Perubahan Kognitif

  • Semua perubahan fisik yang membawa implikasi perubahan emosional tersebut makin dirumitkan oleh fakta bahwa individu juga sedang mengalami perubahan kognitif

 

             PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL REMAJA

             Remaja Awal (12-15)

             Tahap Perkembangan

  • Cemas terhadap pemampilan Badan /fisik
  • Perubahan Hormonal
  • Menyatakan kebebasan dan merasa sebagai seorang individu, tidak hanya sebagai seorang anggota keluarga
  • Perilaku memberontak dan melawan,
  • Kawan menjadi lebih penting
  • Perasaan memiliki terhadap teman sebaya Anak Laki-laki : membentuk gang, kelompok, anak perempuan : mempunyai sahabat.
  • Sangat menuntut keadilan, tapi cenderung melihat sesuatu sebagai hitam putih serta dari sisi pandang mereka sendiri

             Dampak Terhadap Anak

  • Kesadaran diri meningkat (self consciousness)
  • Pemarah, anak laki-laki yang tadinya baik dapat menjadi lebih agresif,mungkin pula timbul jerawat baik pada anak laki-laki maupun perempuan,
  • Bereksprerimen dengan cara berpakaian, berbicara dan cara penampilan dirim sebagai suatu usaha untuk mendapatkan identitas baru
  • Menuntut memperoleh kebebasan
  • Ingin tampak sama dengan teman yaitu dalam cara berpakaian, gaya rambut, mendengarkan musik dan lain-lain
  • Pengaruh teman dan orang–tua teman menjadi sangat besar.
  • Remaja tidak mau berbeda dari teman sebaya
  • Mungkin tampak tidak toleransi dan sulit berkompromi, Mungkin pula timbul iri hati terhadap saudara kandung dan seringkali ribut dengan mereka.

             Efek Terhadap Orang-Tua

  • Orang-tua mungkin menganggap anak “ ter fokus pada dirinya “.
  • Orang tua mungkin menenmukan kesulitan dalam hubungan dengan remaja
  • Orang tua merasa ditolak dan sulit menerima keinginan anak yang berbeda dari mereka
  • Orang-tua perlu menangani anak secara hati-hati, bila ingin mempertahankan hubung baik.
  • Orang–tua merasa tidak mudah membuat keseimbangan antara “permisif “ dan” over protective “
  • Orang tua mungkin terganggu oleh tuntutan finansial dan gaya hidup anak
  • Orang–tua merasa kurang enak karena dikritik oleh anaknya sendiri. Kadang-kadang terjadi bentrok dengan peraturan keluarga.
  • Orang tua harus meninjau sikapnya untuk mengatasi perasaan “ tidak adil “

 

             Remaja Pertengahan (15-18)

             Tahap Perkembangan

  • Lebih mampu untuk berkompromi
  • Belajar berpikir secara independen dan membuat keputusan sendiri
  • Terus menerus bereksperimen untuk mendapatkan cira diri yang dirasakan nyaman bagi mareka
  • Merasa perlu mengumpulkan pengalaman baru, mengujinya walaupun berisiko
  • Tidak lagi terfokus pada diri sendiri
  • Membangun nilai/norma dan mengembangkan moralitas
  • Mulai membutuhkan lebih banyak teman dan rasa setia kawan
  • Mulai membina hubungan dengan lawan jenis
  • Intelektual lebih berkembang dan igni tahu tentang  banyak hal. Mampu berpikir  secara abstrak, mulai berurusan dengan hipotesa
  • Berkembangnya ketrampilan intelektual khusus misalnya, kemampuan matematika, bahasa dan ilmu pengetahuan lainnya
  • Mengembangkan minat yang besar dalam bidang  seni dan olah raga seperti musik, seni lukis, tari, basket dan lain-lain
  • Senang bertualangan, ingin berpegian secara mandiri mengikuti kegiatan seperti memanjat tebing, naik gunung dan lain-lain

             Dampak Terhadap Anak

  • Lebih tenang, sabar dan lebih toleransi.
  • Dapat menerima pendapat orang lain, meskipun berbeda dengan pendapatnya  sendiri
  • Menolak campur tangan orang tua untuk mengendalikannya kurang dapat  dipengaruhi dan teman tidak lagi berpengaruh besar
  • Baju , gaya rambut,Sikap dan pendapat  mereka sering berubah-ubah
  • Mulai bereksperiman dengan rokok ,  alkohol dan kadang-kadang Napza.
  • Lebih bersosialisasi dan tidak lagi pemalu
  • Mempertanyakan ide dan nilai/ norma  yang diterima dari keluarga
  • Ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan teman dari pada dengan keluarga
  • Mulai berpacaran ,tapi hubungan belum serius.
  • Mulai mempertanyakan sesuatu yang  sebelumnya tak berkesan . Ingin  mengikuti diskusi atau debat
  • Mungkin tidak mendapat kesempatan untuk mengembangkan ketrampilan ini
  • Mungkin mengabaikan pekerjaan sekolah karena adanya minat yang baru  ini
  • Remaja merasa dirinya mampu sehingga mereka tidak mengikuti upaya penyelamatan diri yang dianjurkan

             Efek Terhadap Orang Tua

  • Orang –tua secara bertahap merasakan  semakin mudah berhubungan dengan anaknya
  • Orang-tua harus untuk memberikan kepercayaan kepada anak dan tidak terlalu mengendalikannya
  • Oang-tua mungkin menanggapi sikap remaja secara serius dan kuatir akan jadi menetap
  • Cemas terhadap risiko ini sehingga orang-tua cenderung membatasi dan menetapkan aturan.
  • Orang-tua melihat bahwa remaja siap untuk membina hubungan dekat.
  • Dapat menjadi masalah bila remaja menolak sikap yang mempunyai nilai tinggi bagi orang-tua
  • Orang-tua cemas akan pengaruh teman
  • Orang-tua cemas dan mungkin pula terlalu ikut campur.
  • Orang tua mempunyai kesempatan untuk lebih mengetahui anaknya
  • Orang tua perlu menunggu sampai tahap remaja pertengahan sebelum menyimpulkan tentang keampuan intelektual anak
  • Orang tua perlu mengenali bahwa anaknya memiliki kemampuan yang mungkin lebih dari dugaannya

 

       Remaja Akhir (18-21)

       Tahap Perkembangan

  • Terlibat dalam kehidupan, pekerjaan dan hubungan diluar keluarga
  • Harus belajar untuk mencapai kemandirian baik dalam bidang finansial maupun emosional
  • Lebih mampu membuat hubungan yang stabil dengan lawan jenis
  • Merasa sebagai orang dewasa  yang setara dengan anggota keluarga lainnya
  • Hampir siap untuk menjadi orang  dewasa yang mandiri

Dampak Terhadap Anak

  • Cenderung menggeluti masalah sosial/politik. Dapat pula menggeluti  nilai-nilai keagamaan dan bahkan pindah agama
  • Mulai belajar mengatasi stres yang dihadapinya, mungkin lebih senang pergi dengan teman daripada berlibur dengan keluarganya
  • Kecemasan dan ketidak pastian masa depan dapat merusak harga diri dan keyakinan diri
  • Mempunyai pasangan yang lebih serius dan banyak menghabiskan waktunya dengan mereka
  • Cenderung merasa pengalamannya berbeda dengan orang-tuanya
  • Mungkin ingin meninggalkan rumah dan hidup sendiri

Efek Terhadap Orang-Tua

  • Orang tua menjadi tegang dan distres karena penolakan anak terhadap agama dan kepercayaannya sendiri
  • Keinginan orang-tua untuk melindungi anaknya dapat menimbulkan bentrokan
  • Orang-tua mungkin masih memberikan dukungan financial terhadap remaja yang secara emosional tidak lagi tergantung kepada mereka, Hal ini dapat membuat hubungan menjadi tidak mudah
  • Orang-tua cenderung cemas terhadap hubungan yang terlalu serius dan terlalu dini. mereka takut sekolah atau  pekerjaan akan terabaikan
  • Orang-tua mungkin berkecil hati menghadapi keadaan ini. Orang-tua perlu menyesuaikan bila akhirnya anak meninggalkan rumah.

 

KASUS PSIKOSOSIAL REMAJA

Identity (Mengemukakan Dan Mengerti Dari Sebagai Individu)

  • Pada masa remaja terjadi perubahan yang sangat penting pada identitas diri (Harter, 1990). Pada masa remaja sangsi akan identitas dirinya dan tidak hanya sangsi akan personal sense dirinya tapi juga untuk pengakuan dari orang lain dan dari lingkungan bahwa dirinya merupakan indiviodu yang unik dan khusus

Autonomy (Menetapkan Rasa Yang Nyaman Dalam Ketidaktergantungan)

  • Remaja berusaha membentuk dirinya menjadi tidak tergantung tetapi berusaha untuk menemukan dirinya dengan kaca mata dirinya sendiri dan orang lain. Hal ini merupakan suatu proses yang sulit, tidak hanya bagi remaja tetapi juga bagi orang lain di sekitarnya.
  • Terdapat tiga perkembangan penting dari autonomy, yaitu:
  • Mengurangi ikatan emosional dengan orang tua.
  • Mampu untuk mengambil keputusan secara mandiri.
  • Membentuk “tanda personalnya” dari nilai dan moral

Intimacy (Membentuk Relasi Yang Tertutup Dan Dekat Dengan Orang Lain)

  • Selama masa remaja perubahan penting lainnya adalah kemampuan individu untuk menjalin kedekatan dengan orang lain, khususnya dengan sebaya. Pertemuan muncul pertama kali pada masa remaja melibatkan keterbukaan, kejujuran, loyaliyas dan saling percaya, juda berbagi kegiatan dan minat  “dating”, menjadi penting dan sebagai konsekuensinya kemampuan untuk menjalin hubungan melalui kepercayaan dan cinta.

Sexuality (Mengekspresikan Perasaan-Perasaan Dan Merasa Senang Jika Ada Kontak Fisik Dengan Orang Lain)

  • Kegiatan seksual secara umum dimulai pada masa remaja, kebutuhan untuk memecahkan masalah nilai-nilai sosial dan moral terjadi pada masa ini (Kart Chadorin, 1990).

Achivement (Mendapatkan Keberhasilan Dan Memiliki Kemampuan Sebagai Anggota Masyarakat)

  • Pengembalian keputusan yang penting terjadi pada masa remaja dan membawa konsueksi yang panjang tentang sekolah dan karir Umumnya pengembalian keputusan bergantung pada evaluasi diri remaja mengenai kecakapan dan kemampuan dari aspirasi dan harapannya dimasa mendatang, dan dari masukan-masukan yang diterima oleh remaja dari tugas guru dan teman.

 

TEORI KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

Teori Maslow

       

         KEBUTUHAN KHAS REMAJA

  • Kebutuhan Primer, menyangkut kebutuhan makan, minum, tidur, dan lain-lain.
  • Kebutuhan Sekunder, berupa kebutuhan untuk dihargai, untuk mendapat pujian, memperoleh kedudukan dalam kehidupan orang lain, menghasilkan sesuatu, dan sebagainya
  • Kebutuhan untuk memperoleh kasih sayang
  • Kebutuhan untuk diikutsertakan dan diterima oleh kelompoknya.
  • Kebutuhan untuk mampu mandiri.
  • Kebutuhan untuk mampu berprestasi.
  • Kebutuhan untuk memperoleh pengakuan dari orang lain.
  • Kebutuhan untuk dihargai
  • Kebutuhan untuk mendapatkan falsafah hidup.
  • Remaja merasa butuh untuk mengembangkan keterampilan yang dapat digunakan sebagai bekal untuk bekerja (yang menghasilkan uang).
  • Remaja sangat memerlukan informasi untuk memelihara kesehatan dan kesegaran fisiknya.
  • Remaja membutuhkan suatu informasi atau pengetahuan tentang hak dan kewajiban seorang warga Negara yang baik.
  • Memerlukan pengetahuan tentang masalah keluarga dan maknanya bagi individu maupun masyarakat.
  • Perlu pengetahuan dan informasi bagaimana memperoleh dan memanfaatkan fasilitas yang ada dan bagaimana cara pemeliharaannya.
  • Butuh informasi tentang peranan Ilmu Pengetahuan (Science) bagi kehidupan manusia.
  • Membutuhkan peresapan makna (apersepsi) dan penghargaan terhadap seni, musik, dan keindahan alam.
  • Memerlukan informasi bagaimana cara memanfaatkan waktu luangnya dengan bauk.
  • Membutuhkan pengetahuan tentang cara mengembangkan rasa hormat (respect) pada orang lain.
  • Membutuhkan wawasan dan pengetahuan untuk mampu berfikir secara rasional.

 

 

Apa Yang Perlu Kita Lakukan Dalam Membantu Memenuhi Kebutuhan Remaja?

  • Meningkatkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, melalui ceramah dan kegiatan kerohanian lainnya.
  • Memberikan bimbingan kepada remaja/siswa untuk mencapai cita-citanya dengan penuh kasih sayang, sehingga dapat menimbulkan citra positif.
  • Memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari, untuk dapat dijadikan sebagai model bagi remaja sesuai dengan peran jenis kelaminnya masing-masing.
  • Menyediakan fasilitas yang memadai untuk membantu remaja mengembangkan potensinya kea rah positif dan bermanfaat bagi remaja itu sendiri dalam hidupnya.
  • Menghargai dan memperlakukan remaja sebagai individu yang sedang berkembang menuju kedewasaannya.
  • Membantu remaja mengatasi problem-problem yang sedang dialami, agar tidak menimbulkan dampak negatif dalam kehidupannya
  • Mengikutsertakan remaja dalam mengatasi masalah (keluarga, sekolah) yang memerlukan pemecahan sesuai dengan batas-batas kemampuannya.
  • Sekolah perlu menyediakan sarana/fasilitas dan program kegiatan yang dapat berfungsi sebagai wahana untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
  • Sekolah perlu melakukan berbagai kegiatan kelompok sebagai wahan untuk mengembangkan sifat kebersamaan dan memenuhi kebutuhan, diikutsertakannya dalam kelompok.
  • Membimbing dan memberi kesempatan untuk berprestasi melalui berbagai kegiatan ko-kurikuler maupun ekstra-kurikuler.

 

Sumber bacaan

  • Ali, Mohammad, dkk. Psikologi Remaja.  Jakarta: Bumi Aksara. 2006.
  • Alisuf Sabri,H.M.,Drs. Pengantar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Proyek Pengadaan Buku Ajar Atas Biaya Dipa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. 2005.
  • Mudjiran, dkk. Perkembangan Peserta Didik. Padang: UNP Press. 2007.

 

 

Malumu berharga