Rangkuman Materi Psikologi Islam

Barakallahu fiik…

 

Rangkuman Materi Psikologi Islam (part 1)

oleh : Kholifatul Aslamiyah

 

 

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

 

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (Q.S At-Tin:4)

 

Di jelaskan bahwa manusia adalah makhluk Allah yang paling “sempurna” di muka bumi ini. Manusia memiliki kesempurnaan karena memiliki 2 peranan yang sangat mulia, yakni sebagai Abdullah (Abdi Allah) dan sebagai Khalifah fil ard.

 

1. Manusia sebagai Abdullah (Abdi Allah) seperti firman Allah swt yang artinya: ”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku“. (QS Az Zariyat: 56).

Isi Kandungan

  1. Allah swt. menciptakan jin dan manusia untuk menyembah dan mengabdi kepada Allah
  2. Menyembah kepada Allah adalah ibadah, baik berupa ibadah khusus (mahdah) dan ibadah umum(ghairu mahdah)

Peran manusia sebagai Abdi Allah yang paling utama adalah untuk beribadah kepada Allah, tunduk serta taat pada segala bentuk aturan yang hakiki.

“Katakanlah: “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan niatiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” “Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS Al An’am: 162-163). Manusia memiliki janji pada Rabb-Nya saat ruh di tiupkan, yakni suatu ikrar untuk taat dan patuh pada Allah swt, itulah janji manusia pertama kali pada Allah Ta’ala.

 

2. Selain sebagai Abdi Allah, peran manusia yang selanjutnya ialah sebagai Khalifah di muka bumi ini, firman Allah dalam QS Al-Baqarah : 30

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

 

Mari sekarang kita memabahas 2 peran manusia ini dalam dunia pendidikan saat ini, sudahkah kita membentuk 2 peranan penting ini pada setiap jiwa peserta didik? Peserta didik di ajarkan untuk Sholat tepat waktu, dhuha, dzikir pagi-petang, shaum sunnah, menutup aurat dan lainnya, komponen tersebut baru sekadar pada tahap pembentukan diri sebagai Abdullah (Abdi Allah), sedangkan kesempurnaan manusia yang satunya lagi ialah sebagai seorang Khalifah dimuka bumi ini. Apa makna menjadi seorang Khalifah? Apakah dia yang telah berhasil menjadi seorang pemimpin dan mampu menyelesaikan amanahnya dengan sangat baik? Tentu bukan. Karena menyelesaikan amanah dengan baik masih merupakan bentuk dari Abdi Allah, kita memang punya kewajiban pada Allah untuk bertanggung jawab pada sebuah amanah.

Disini saya memberikan contoh, penemu lampu pijar misalnya, ratusan kali gagal sebelum pada akhirnya ia berhasil dan hingga kini milyaran manusia lainnya mampu merasakan hasil dari penemuan yang luar biasa ini, ratusan kali kegagalan itu bukanlah sebuah kegagalan melainkan pembelajaran baginya hingga akhirnya ia tiba di sebuah keberhasilan sehingga “bermanfaat” untuk banyak orang hingga saat ini.

Contoh selanjutnya, pembuat pesawat terbang yang luar biasa, hingga hasilnya dapat dirasakan oleh banyak orang meski ia tidak mengenalnya. “manfaat” nya mampu di rasakan.

 

Jadi, apa itu khalifah? Apakah harus menjadi ilmuwan, lalu dapat dikatakan sebagai khalifah? Tentu tidak, kata kuncinya ialah “bermanfaat” untuk banyak orang.

Manusia sungguh patut berbahagia dengan 2 peranan yang dahsyat tersebut, manusia taat pada Allah lalu bermanfaat untuk orang banyak. Telah tiba menjadi insan kamil.

Hal itulah yang perlu kita tumbuhkan pada diri pribadi hingga peserta didik kita bahwa hidup mulia itu ialah mampu Istiqomah dalam ketaatan serta mampu bermanfaat untuk orang banyak.

 

Semoga Allah Ta’ala menjaga hati kita dalam Keistiqomahan beribadah kepada-Nya.. aamiin